Mikrokontroller ATMEGA 8535

Mikrokontroler AVRATMega 8535 merupakan salah satu mikrokontroler keluarga AVR ATMegaberbasis RISC produksi dari ATMEL. Mikrokontroler AVR merupakan mikrokontroler berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computing) 8 bit. Berbeda dengan mikrokontroler keluarga 8051 yang mempunyai arsitektur CISC (Complex Instruction Set Computing), AVR menjalankan sebuah instruksi tunggal dalam satu siklus dan memiliki struktur I/O yang cukup lengkap sehingga penggunaan komponen eksternal dapat dikurangi. Mikrokontroler AVR didesain menggunakan arsitektur Harvard, di mana ruang dan jalur bus bagi memori program dipisahkan dengan memori data. Memori program diakses dengan single-level pipelining, di mana ketika sebuah instruksi dijalankan, instruksi lain berikutnya akan di-prefetch dari memori program.
Mikrokontroler ATMega 8535 merupakan keluarga dari mikrokontroler AVR sehingga feature dasar dari mikrokontroler AVR dimiliki oleh ATMega 8535. Arsitektur yang sangat mendasar dari ATMega 8535 bawaan kluarga AVR adalah aritektur RISC 8 bit. Arsitektur dari Mikrokontroler ATMega 8535  dapat di gambarkan sebagai berikut.
 
Gambar : Arsitektur dari Mikrokontroler ATMega 8535



 Feature Mikrokontroler AVR ATMega 8535
Mikrokontroler AVR dengan konsumsi daya rendah (2,7 Vdc – 5,5 Vdc)
Arsitektur dasar RISC dengan 32 buah register 8 bit
8 KB memori ISP dengan 10.000 siklus pemrograman
EEPROM sebesar 512 byte
SRAM sebesar 512 byte
Program bisa dikunci/ di lock
32 line I/O (Port A, Port B, Port C dan Port D) yang dapat di program
3 buah timer denga 2 biauh timer 8 bit dan 1 buah timer 16 bit
4 Chanel PWM
Real time controler yang terpisah denga Oscilator
8 Chanel Line analog dengan ADC 10 Bit (Port A)
Komparator analag yang terintegrasi di dalam chip
Two wire serial Interface
Port antarmuka SPI
Port USART untuk komunikasi serial

Jika Anda sedang atau akan mengerjakan TA atau barangkali ingin memulai usaha dalam bidang mikrokontroler namun terhambat kendala belajar mikrokontroler atau sekedar menjalankan hobi elektronika dengan mikrokontroler dan ingin memulai belajar mikrokontroler atau barangkali Anda seorang tentor atau dosen atau pengajar yang sedang mencari-cari alat bantu yang tepat, maka kehadiran alat bantu ini tepat sekali untuk Anda!
Selama ini alat bantu ini tidak dijual dimanapun, hanya digunakan dalam pelatihan private atau instansi yang diselenggarakan selama beberapa tahun terakhir. Kali ini atas permintaan banyak sahabat-sahabat yang ingin belajar sendiri dan dari jarak jauh, maka alat bantu ini diperbanyak di awal tahun 2012.

Percobaan yang bisa dilakukan
·         Program deret LED
·         Program input output dengan percabangan bersyarat
·         LCD
·         ADC
·         Keypad
·         Lampu lalu lintas
·         Motor Stepper
·         Tone Generator
·         LED Matrik
·         Seven Segment Display
·         UART
·         PWM
·         RTC DS1307
·         DAC MAX521A
Referensi:






Seputar Arduino Uno R3

Arduino Uno sebenarnya adalah salah satu kit mikrokontroler yang berbasis pada ATmega28. Modul ini sudah dilengkapi dengan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mendukung mikrokontroler untuk bekerja, tinggal colokkan ke power suply atau sambungkan melalui kabel USB ke PCmu Arduino Uno ini sudah siap sedia. Arduino Uno ini memilki 14 pin digital input/output, 6 analog input, sebuah resonator keramik 16MHz, koneksi USB, colokan power input, ICSP header, dan sebuah tombol reset.
Arduino Uno R3 adalah seri terakhir dan terbaru dari seri Arduino USB.

                                 ArduinoUno_R3-mikrokontroler



Spesifikasi Arduino Uno
§  Mikrokontroler ATmega328
§  Catu Daya 5V
§  Teganan Input (rekomendasi) 7-12V
§  Teganan Input (batasan) 6-20V
§  Pin I/O Digital 14 (of which 6 provide PWM output)
§  Pin Input Analog 6
§  Arus DC per Pin I/O 40 mA
§  Arus DC per Pin I/O untuk PIN 3.3V 50 mA
§  Flash Memory 32 KB (ATmega328) dimana 0.5 KB digunakan oleh bootloader
§  SRAM 2 KB (ATmega328)
§  EEPROM 1 KB (ATmega328)
§  Clock Speed 16 MHz
Apa fungsi arduino uno?
Sebagaimana kita ketahui dengan mikrokontroler kita membuat program untuk mengendalikan berbagaikomponen elektronika. Program yang kita buat dengan bahasa pemrograman didownload ke mikrokontroler, yang kemudian mikrokontroler akan bekerja sesua dengan program yang kita buat.
Dan dengan Arduino Uno itu sendiri lebih memudahan pernggunanya untuk membuat berbagai hal yang berkaitan dengan mikrokontroler, karena didalamnya sudah tersedia yang dibutuhkan oleh mikrokontroler.
Contohnya yang dapat dibuat dengan Arduino antara lain, untuk membuat robot, mengontrol motor stepper, pengatur suhu, mesin gate turnstile, display LCD, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya. Coba cari di google atau Youtube proyek-proyek Arduino ini sudah banyak contohnya. 

Apa Kelebihan Arduino Uno.

– develop project mikrokontroler akan menjadi lebih dan menyenangkan. tinggal colok ke USB, dan tidak perlu membuat downloader untuk mendownload program yang telah kita buat.
– didukung oleh Arduino IDE, bahasa pemrograman yang sudah cukup lengkap librarynya.
– terdapat modul yang siap pakai/shield yang bisa langsung dipasang pada board Arduino
– dukungan dokumentasi yang bagus dan komunitas yang solid


Arduino-Uno-projectPemrograman Arduino Uno

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, salah satu kelebihan dari arduino Uno ini adalah didukung oleh software Arduino IDE (Integrated Development Enviroment) untuk melakukan penulisan pemrograman. Bahasa pemrogramannya pun berdasarkan bahasa C yang mudah untuk dpelajari dan sudah didukung oleh library yang lengkap.




Panduan lengkap pemrograman Arduino dan contoh contoh programnya dapat dipelajari disini
http://arduino.cc/en/Reference/HomePage

Penjelasan Penalaran Induksi dan Deduksi

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Ada dua macam pola penalaran, yaitu:

1. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif menggunakan bentuk bernalar deduksi. Deduksi yang berasal dari kata de dan ducere, yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum atau universal. Perihal khusus tersebut secara implisit terkandung dalam yang lebih umum. Maka, deduksi merupakan proses berpikir dari pengetahuan universal ke singular atau individual.
Deduktif dari kata ‘de’ dan ‘ducere’, yang berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari pengetahuan yang lebih umum. Jadi, deduksi adalah pola penyimpulan pikiran dari hal yang umum ke hal yang khusus. Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.
Contoh penalaran deduktif :
Semua Dosen pasti pernah kuliah (premis mayor)
Kakak adalah Dosen. (premis minor)
Dosen pasti pernah kuliah. (kesimpulan / implikasi)
Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus. Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)
Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat. Alternatif dari penalaran deduktif adalah penalaran induktif.

2. Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses berpikir dalam menarik kesimpulan berupa hal yang umum berdasarkan atas fakta-fakta ke kesimpulan yang bersifat khusus.
Analogi merupakan cara menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan terhadap sejumlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat sebab, dan akibat-akibat.
Contoh Penalaran Induksi :
Premis 1 : Mahasiswa Sistem Informasi mendapat mata kuliah softskill
Premis 2 : Mahasiswa Sistem Komputer mendapat mata kuliah softskill
Premis 3 : Mahasiswa Teknik Informatika mendapat mata kuliah softskill
Premis 4 : Mahasiswa Psikologi mendapat mata kuliah softskill
Konklusi : Setiap Mahasiswa mendapat mata kuliah softskill
Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.